CIBINONG, INDONESIA NEWS CHANEL | Sabtu, 29 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat evaluasi program dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Melalui survei yang dilakukan Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kabupaten Bogor, pemerintah tidak hanya mengukur tingkat kepuasan masyarakat, tetapi juga menghimpun pengalaman, kebutuhan, serta masukan sebagai bahan perbaikan program dan kegiatan.

Sejumlah program yang telah disurvei antara lain Car Free Day (CFD) Tegar Beriman dan KaBOGORFEST 2026.

Hasil survei menunjukkan respons positif masyarakat. Survei CFD Tegar Beriman yang melibatkan 108 responden mencatat sebanyak 94,4 persen pengunjung menyatakan puas.

Selain itu, 96,3 persen responden merasakan peningkatan kenyamanan kawasan, 98,1 persen bersedia merekomendasikan CFD kepada kerabat dan kolega, sementara 77,8 persen menyatakan akan kembali hadir.

Sementara itu, survei terhadap KaBOGORFEST 2026 yang melibatkan 420 responden menunjukkan 92,7 persen masyarakat menyatakan puas hingga sangat puas. Nilai keseluruhan penyelenggaraan mencapai 82,99, dengan aspek pertunjukan dan acara memperoleh nilai tertinggi, yakni 84,82.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, mengatakan survei menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan keberhasilan program dilihat dari perspektif masyarakat.

“Pemerintah tidak cukup hanya melihat apakah sebuah program sudah terlaksana. Kita juga perlu tahu bagaimana masyarakat mengalaminya, apa yang mereka rasakan, dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar Bambang.

Menurutnya, hasil survei merupakan bagian dari data yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi secara lebih terukur. Tidak hanya tingkat kepuasan, berbagai masukan masyarakat juga menjadi informasi penting dalam menentukan langkah perbaikan.

Pada pelaksanaan CFD Tegar Beriman, misalnya, masyarakat memberikan sejumlah masukan terkait penambahan fasilitas olahraga, tempat duduk, tempat sampah, toilet, hingga penataan area parkir.

Sementara pada KaBOGORFEST 2026, masukan masyarakat mencakup berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari kebersihan, keamanan dan ketertiban, kemudahan akses, tenant UMKM, hingga kualitas pertunjukan dan acara.

“Masukan masyarakat harus kita baca sebagai bahan untuk berbenah. Yang sudah baik dipertahankan, sementara yang masih kurang menjadi catatan untuk diperbaiki,” katanya.

Bambang menegaskan, hasil survei tidak boleh berhenti sebagai laporan maupun angka statistik. Data tersebut harus diolah menjadi bahan analisis, evaluasi, serta rekomendasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan program.

“Survei bukan sekadar mengumpulkan jawaban, tetapi menjadi salah satu cara pemerintah untuk mendengar, memahami, dan memperbaiki,” tegasnya.

Pemkab Bogor melalui Diskominfo akan terus mendorong pemanfaatan data dan hasil survei sebagai bagian dari evaluasi berbagai program pemerintah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan dan kegiatan yang semakin responsif, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.